Belajar
Efektif untuk Keberhasilan Belajar
I.
Pengertian Belajar Efektif
Semua keberhasilan yang ingin dicapai
memerlukan proses, tak terkecuali belajar. Jika ingin berhasil dalam belajar
maka perlu strategi agar belajar tersebut bisa efektif dan tidak membosankan.
Pengertian belajar efektif itu sendiri adalah
cara belajar yang dapat meraih tujuan yang ingin dicapai dari belajar itu
sendiri, sesuai dengan kompetensi dasar dari materi yang diajarkan.
II.
Macam-macam Gaya Belajar
Gaya belajar merupakan kecenderungan
siswa untuk mengadaptasi strategi tertentu dalam belajarnya sebagai bentuk
tanggung jawabnya untuk mendapatkan satu pendekatan belajar yang sesuai dengan
tuntutan belajar di kelas/sekolah maupun tuntutan dari mata pelajaran
(Slamento,2003).
Fleming dan Mills (1992) dalam Slamento
(2003) mengajukan kategori gaya belajar (Learning Style) VARK ( Visual,
Auditory, Read-write, Kinestetic) tersebut sebagai berikut :
1.
Visual
(V)
2.
Auditori
Learning (A)
3.
Read-Write
(R)
4.
Kinestetic
(K)
III.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar
Efektif
Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar
ada dua yaitu:
1.
Faktor
Internal
Faktor internal
adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat
memengaruhi hasil belajar individu. Faktor-faktor internal ini meliputi faktor fisiologis
dan faktor psikologis.
ü Fisiologis
Faktor-faktor
fisiologis adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu.
Faktor-faktor ini dibedakan menjadi dua macam.
1)
Keadaan
Tonus Jasmani
Keadaan
tonus jasmani pada umumnya sangat memengaruhi aktivitas belajar seseorang.
Kondisi fisik yang sehat dan bugar akan memberikan pengaruh positif terhadap
kegiatan belajar individu. Sebaliknya, kondisi fisik yang lemah atau sakit akan
menghambat tercapainya hasil belajar yang maksimal. Oleh karena keadaan tonus
jasmani sangat memengaruhi proses belajar, maka perlu ada usaha untuk menjaga
kesehatan jasmani.
2)
Keadaan
Fungsi Jasmani
Selama
proses belajar berlangsung, peran fungsi fisiologi pada tubuh manusia sangat
memengaruhi hasil belajar, terutama pancaindra. Pancaindra yang berfungsi
dengan baik akan mempermudah aktivitas belajar dengan baik pula. Dalam proses
belajar, pancaindra merupakan pintu masuk bagi segala informasi yang diterima
dan ditangkap oleh manusia, sehingga manusia dapat mengenal dunia luar.
Pancaindra yang memiliki peran besar dalam aktivitas belajar adalah mata dan
telinga.
ü Psikologis
Faktor-faktor
psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat memengaruhi proses
belajar. Beberapa faktor psikologis yang utama memengaruhi proses belajar
adalah kecerdasan siswa, motivasi, minat, sikap, bakat dan percaya diri.
1) Kecerdasan
Kecerdasan
merupakan faktor psikologis yang paling penting dalam proses belajar siswa,
karena itu menenentukan kualitas belajar siswa. Semakin tinggi tingkat
inteligensi seorang individu, semakin besar peluang individu tersebut meraih
sukses dalam belajar. Sebaliknya, semakin rendah tingkat inteligensi individu,
semakin sulit individu itu mencapai kesuksesan belajar.
2) Motivasi
Motivasi
adalah salah satu faktor yang memengaruhi keefektifan kegiatan belajar siswa.
Motivasilah yang mendorong siswa inginn melakukan kegiatan belajar. Para ahli
psikologi mendefinisikan motivasi sebagai proses di dalam diri individu yang
aktif, mendorong, memberikan arah, dan menjaga perilaku setiap saat (Slavin,
1994). Motivasi juga diartikan sebagai pengaruh kebutuhan-kebutuhan dan
keinginan terhadap intensitas dan arah perilaku seseorang.
3) Minat
Secara
sederhana, minat (interest) berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi
atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Menurut Reber (Syah, 2003), minat
bukanlah istilah yang populer dalam psikologi disebabkan ketergantungannya
terhadap berbagai faktor internal lainnya, seperti pemusatan perhatian, keingintahuan,
motivasi, dan kebutuhan. minat sama halnya dengan kecerdasan dan motivasi,
karena memberi pengaruh terhadap aktivitas belajar. Karena jika seseorang
tidak memiliki minat untuk belajar, ia akan tidak bersemangat atau bahkan tidak
mau belajar.
4) Bakat
Faktor
psikologis lain yang memengaruhi proses belajar adalah bakat. Secara umum,
bakat (aptitude) didefinisikan sebagai kemampuan potensial yang dimiliki
seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang (Syah, 2003).
Berkaitan dengan belajar, Slavin (1994) mendefinisikan bakat sebagai kemampuan
umum yang dimiliki seorang siswa untuk belajar. Apabila bakat seseorang sesuai
dengan bidang yang sedang dipelajarinya, maka bakat itu akan mendukung proses
belajarnya sehingga kernungkina besar ia akan berhasil.
5) Kepercayaan Diri
Siawa
Rasa
percaya diri timbul dari keinginan mewujudkan diri bertindak dan berhasil. Dari
segi perkembangan, rasa percaya diri dapat timbul berkat adanya pengakuan dari
lingkungan. Dalam proses belajar diketahui bahwa unjuk prestasi merupakan tahap
pembuktian “ perwujudan diri” yang diakui oleh guru dan rekan sejawat siswa.
2.
Faktor
Eksternal
Selain
faktor internal, faktor-faktor eksternal juga dapat memengaruhi proses belajar
siswa. Dalam hal ini, Syah (2003) menjelaskan bahwa faktor faktor eksternal
yang memengaruhi belajar dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu faktor
lingkungan sosial dan faktor lingkungan nonsosial.
ü Lingkungan Sosial
1.
Keluarga
Lingkungan
ini sangat memengaruhi kegiatan belajar. Hubungan antara anggota keluarga,
orangtua, anak, kakak, atau adik yang harmonis akan membantu siswa melakukan
aktivitas belajar dengan baik.
2.
Sekolah
Lingkungan
sekolah seperti guru, administrasi, dan teman-teman sekelas dapat memengaruhi
proses belajar seorang siswa. Hubungan yang harmonis antara ketiganya dapat
menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih baik di sekolah.
3.
Masyarakat
Kondisi
lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa akan memengaruhi belajar siswa.
Lingkungan siswa yang kumuh, banyak pengangguran dan anak telantar juga dapat
memengaruhi aktivitas belajar siswa, paling tidak siswa kesulitan ketika memerlukan
teman belajar, diskusi, atau meminjam alat-alat belajar yang kebetulan belum
dimilikinya.
ü Lingkungan Non-Sosial
Faktor
yang termasuk lingkungan non-sosial adalah:
4.
Lingkungan
Alamiah
Seperti
kondisi udara yang segar, tidak panas dan tidak dingin, sinar yang tidak
terlalu silau/kuat, atau tidak terlalu lemah/gelap, suasana yang sejuk dan
tenang. Lingkungan alamiah tersebut merupakan faktor-faktor yang dapat
memengaruhi aktivitas belajar siswa. Sebaliknya, bila kondisi lingkungan alam
tidak mendukung, proses belajar siswa akan terhambat.
5.
Faktor
Instrumental
Yaitu
perangkat belajar yang dapat digolongkan dua macam. Pertama, hardware, seperti
gedung sekolah, alat-alat belajar, fasilitas belajar, lapangan olahraga.
Contohnya, letak sekolah atau tempat belajar harus memenuhi syarat-syarat
seperti di tempat yang tidak terlalu dekat kepada kebisingan atau jalan ramai,
lalu bangunan itu harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan. Kedua,
software, seperti kurikulum sekolah, peraturan-peraturan sekolah, buku panduan,
silabi, dan lain sebagainya.
6.
Faktor
Materi Pelajaran (yg diajarkan ke siswa)
Faktor
ini hendaknya disesuaikan dengan usia perkembangan siswa, begitu juga dengan
metode mengajar guru, disesuaikan dengan kondisi perkembangan siswa. Karena
itu, agar guru dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap aktivitas
belajar siswa, maka guru harus menguasai materi pelajaran dan berbagai metode
mengajar yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi siswa.
IV.
Strategi Belajar yang Efektif
Berikut ini adalah strategi belajar
efektif yang dapat diterapkan.
1. Buatlah
rangkuamn materi inti sehingga menjadi sebuah ringkasan
2. Aktif dan
kreatif dalam mengikuti pelajaran
3. Belajar
kelompok. Dengan belajar kelompok ini siswa akan bisa sharing dengan
teman-temannya mengenai materi pelajaran yang sulit dipecahkan
4. Disiplin. Dengan
adanya disiplin dalam belajar, siswa dapat mencapai hasil yang maksimal.
5. Memperkaya
referensi pendukung agar dapat memahami materi yang telah diberikan