1. Pengertian Pengenalan Diri
Pengenalan
diri adalah mengerti dan memahami tentang diri sendiri dari segi fisik maupun
psikis.
Yang
meliputi :
a. Pengenalan
ciri – ciri dasar fisik
b. Pengenalan
kepribadian, watak, dan temperamen
c. Pengenalan
bakat – bakat dan minat
d. Pengenalan
kekuatan dan kelemahan diri sendiri
2. Siapa Aku?
Pengenalan
diri dapat dilihat dari beberapa sudut
a. Dari
Sudut Spiritual
Jika seseorang ditanyai, siapa kamu?
Dalam jawaban secara umum tentu ada bermacam – macam jawaban, tetapi kalo
dipandang dari sudut spiritual jawabannya semua sama, yaitu : Aku adalah
manusia yang diciptakkan oleh Allah SWT. Aku adalah hamba Allah SWT yang
mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW. Aku adalah hamba Allah SWT yang memiliki
kewajiban untuk sholat 5 waktu. Aku adalah hamba Allah SWT yang diwajibkan
menjalankan perintah-Nya dan menjauhi semua larangannya.
b. Dari
Sudut Pandang Ahli Psikologi
Dalam buku Abraham Maslow “Aku adalah
manusia yang memiliki kebutuhan – kebutuhan bertingkat/hirarki kebutuhan yang
harus dipenuhi”
Kebutuhan tersebut dari yang paling
dasar sampai yang paling tinggi :
·
Kebutuhan fisiologis (Seperti makan,
minum, seksuaitas, dll)
·
Kebutuhan akan rasa aman (Seperti rasa
aman terhindar dari bahaya)
·
Kebutuhan untuk dicintai dan mencintai
(Diterima menjadi anggota kelompok/teman)
·
Kebutuhan harga diri (Seperti kebutuhan
untuk berprestasi)
·
Kebutuhan kognitif (Seperti menambah
wawasan dan pengetahuan)
·
Kebutuhan estetis (Seperti menikmati
keindahan alam)
·
Kebutuhan aktualisasi diri (Seperti
menunjukkan bakat dan kemampuan)
Apabila kebutuhan – kebutuhan ini tidak
terpenuhimaka akan mengalami gangguan keseimbangan psikologis misalnya rasa
lapar, resah, rasa gelisah, marah, penarikan diri dari pergaulan teman, tidak
memiliki arah hidup/tujuan hidup.
Memahami diri tidak cukup sampai siapa
aku? Tapi perlu dilanjutkan dengan untuk apa aku lahir dan hidup?
3. Tahap – tahap Perkembangan Individu
Manusia
dilahirkan melalui beberapa tahap, yaitu :
a. Periode
prenatal (konsepsi kurang lebih 9 bulan)
b. Periode
infancy (dari lahir – 2 minggu)
c. Periode
bayi (2 minggu – 2 tahun)
d. Periode
anak (periode anak awal 2 tahun – 6 tahun, periode anak akhir 6 atau 7 – 12
atau 13 tahun)
e. Periode
pubertas (11/12 tahun – 15/16 tahun)
f. Periode
remaja (13/14 tahun – 18/21 tahun)
g. Periode
dewasa awal (18 tahun – 40 tahun)
h. Periode
dewasa akhir (60 tahun – meninggal)
4. Pemahaman Diri
Untuk
memahami diri dapat melalui teknik tes maupun non tes
a. Teknik
Non Tes
Angket, wawancara, otobiografi, anekdot,
sosiometri, kartu pribadi, dll.
b. Teknik
Tes
Tes hasil belajar (raport), tes
psikologi(tes intelegensi, tes kepribadian, tes bakat, tes minat, tes jabatan)
5. Manfaat Pemahaman / Pengenalan Diri
Setelah
kita memahami diri baik kelemahan dan kelebihan maka ada beberapa manfaat yaitu
sebagai berikut :
a. Mengenal
berbagai potensi yang dimiliki
b. Menngenal
kelemahan diri sendiri
Dengan
mengenal dan memahami diri sendiri, seseorang dapat mengenal kenyataan dirinya
dan sekaligus kemungkinan – kemungkinannya serta diharapkan mengetahui peran
apa yang harus dia mainkan untuk mewujudkannya.