Minggu, 06 Oktober 2013

KESALAHAN UMUM DALAM MELAMAR KERJA- AULIA NUR



Kesalahan Umum Dalam Melamar Pekerjaan
Pekerjaan dibutuhkan individu agar dapat menjadikan hidupnya lebih sejahtera, atau dengan kata lain pekerjaan dapat meningkatkan kesejahteraan seseorang. Untuk mendapatkan pekerjaan seseorang terlebih dahulu haruslah melamar kerja.
Dalam melamar pekerjaan diperlukan adanya kecermatan dan ketelitian individu yang sedang melamar kerja. Kesalahan kecil saja yang kita buat karena kekurang telitian kita bisa saja memupuskan harapan kita untuk memperoleh pekerjaan. Berikut ini akan dibahas beberapa kesalahan umum yang seringkali dilakukan oleh para perncari kerja dalam melamar kerja, yaitu:
1.     Surat-surat tidak lengkap. Sebelum melayangkan surat lamaran pekerjaan, kita harus memeriksa atau memastikan kelengkapan surat lamaran pekerjaan. Satu saja ketidaklengkapan surat lamaran pekerjaan kita, bisa dijadikan alasan penolakan permohonan kerja.
2.    Terlalu banyak referensi. Referensi memang perlu disertakan bersama surat lamaran pekerjaan dan curriculum vitae (CV). Tapi, mencantumkan daftar referensi yang terlalu panjang bisa menimbulkan salah pengertian. Bisa jadi kita akan dianggap serta memamerkan dan menonjolkan diri. Untuk itu, sertakan referensi yang memang benar-benar penting, yang sekiranya dapat menambah penilaian. Jika referensi kita tidak berhubungan dengan pekerjaan yang kita lamar sebaiknya tidak usah disertakan.
3.    Datang terlambat. Sekali kita datang terlambat saat wawancara pekerjaan, penilaian terhadap diri kita akan berkurang. Apalagi jika kita melamar ke perusahaan asing, biasanya tidak ada toleransi bagi keterlambatan. Maka kita harus berusaha untuk ontime setiap kali memenuhi panggilan wawancara kerja.
4.    Pakaian kurang sopan. Kesan pertama seringkali dimulai dari penampilan. Karena itu cara berbusana menjadi hal yang sangat penting saat kita datang melamar pekerjaan atau memenuhi panggilan wawancara. Penyeleksi mempunyai penilaian tersendiri ketika melihat pelamar kerja. Karena itu gunakan busana yang sopan dan lazim digunakan untuk kesempatan panggilan kerja. Hal ini juga perlu diikuti dengan penampilan secara keseluruhan, seperti rambut dan dandanan wajah yang rapi, pemakaian sepatu dan tas yang pantas.
5.    Salah tulis atau sebut nama. Pimpinan perusahaan akan sakit hati seandainya namanya ditulis atau diucapkan secar keliru. Hal ini akan mempengaruhi kewibawaan dan reputasinya. Untuk itu, usahakan agar meneliti kembali saat menulis nama orang dalam surat lamaran pekerjaan atau menyapa seseorang
6.    Mencantumkan keterampilan palsu. Jangan sekali-kali mencantumkan atau mengakui keterampilan yang tidak kita miliki karena penyeleksi akan lebih jeli akan hal ini. Mereka akan terus meneliti bagian-bagian dalam CV atau daftar riwayat hidup yang dianggap terlalu dibuat-buat. Bahkan ada yang mempersiapkan tes praktik langsung untuk menguji kebenaran laporan kita. Oleh karena jangan mencoba-coba menonjolkan sesuatu yang tidak kita miliki
7.    Berbicara berbelit-belit. Wawancara merupakan moment yang paling tepat untuk mengungkapkan siapa diri kita sebenarnya. Biasanya pewawancara akan menanyakan semua segi yang berhubungan dengan CV atau daftara riwayat hidup yang telah kita kirim. Dalam menyerap informasi dari kita, mereka menggunakan logika berpikir secara rasional. Setiap uraian akan dihubungkan dengan keterangan sebelumnya. Karena itu jangan memberi keterangan yang berbelit-belit.
8.    Meminta fasilitas di awal seleksi. Ini merupakan kesalahan yang paling fatal bagi pelamar kerja. Jika belum ada keputusan diterima jangan sekalipun menuntut fasilitas yang macam-macam. Kita akan dianggap bermental materialistis. Walaupun tujuan kerja salah satunya mendapatkan kelayakan materi, tapi sebaiknya kita harus menekan apa yang bisa kita berikan daripada apa yang akan kita dapatkan. Biasanya jika kita bisa memberikan kontribusi terbaik, fasilitas akan mengikuti kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar