Kesalahan
Umum Dalam Melamar Pekerjaan
Pekerjaan dibutuhkan individu
agar dapat menjadikan hidupnya lebih sejahtera, atau dengan kata lain pekerjaan
dapat meningkatkan kesejahteraan seseorang. Untuk mendapatkan pekerjaan
seseorang terlebih dahulu haruslah melamar kerja.
Dalam melamar pekerjaan
diperlukan adanya kecermatan dan ketelitian individu yang sedang melamar kerja.
Kesalahan kecil saja yang kita buat karena kekurang telitian kita bisa saja
memupuskan harapan kita untuk memperoleh pekerjaan. Berikut ini akan dibahas
beberapa kesalahan umum yang seringkali dilakukan oleh para perncari kerja
dalam melamar kerja, yaitu:
1.
Surat-surat tidak lengkap. Sebelum melayangkan
surat lamaran pekerjaan, kita harus memeriksa atau memastikan kelengkapan surat
lamaran pekerjaan. Satu saja ketidaklengkapan surat lamaran pekerjaan kita,
bisa dijadikan alasan penolakan permohonan kerja.
2.
Terlalu banyak referensi. Referensi memang perlu
disertakan bersama surat lamaran pekerjaan dan curriculum vitae (CV). Tapi,
mencantumkan daftar referensi yang terlalu panjang bisa menimbulkan salah
pengertian. Bisa jadi kita akan dianggap serta memamerkan dan menonjolkan diri.
Untuk itu, sertakan referensi yang memang benar-benar penting, yang sekiranya
dapat menambah penilaian. Jika referensi kita tidak berhubungan dengan
pekerjaan yang kita lamar sebaiknya tidak usah disertakan.
3.
Datang terlambat. Sekali kita datang terlambat
saat wawancara pekerjaan, penilaian terhadap diri kita akan berkurang. Apalagi
jika kita melamar ke perusahaan asing, biasanya tidak ada toleransi bagi
keterlambatan. Maka kita harus berusaha untuk ontime setiap kali memenuhi
panggilan wawancara kerja.
4.
Pakaian kurang sopan. Kesan pertama seringkali
dimulai dari penampilan. Karena itu cara berbusana menjadi hal yang sangat
penting saat kita datang melamar pekerjaan atau memenuhi panggilan wawancara.
Penyeleksi mempunyai penilaian tersendiri ketika melihat pelamar kerja. Karena
itu gunakan busana yang sopan dan lazim digunakan untuk kesempatan panggilan
kerja. Hal ini juga perlu diikuti dengan penampilan secara keseluruhan, seperti
rambut dan dandanan wajah yang rapi, pemakaian sepatu dan tas yang pantas.
5.
Salah tulis atau sebut nama. Pimpinan perusahaan
akan sakit hati seandainya namanya ditulis atau diucapkan secar keliru. Hal ini
akan mempengaruhi kewibawaan dan reputasinya. Untuk itu, usahakan agar meneliti
kembali saat menulis nama orang dalam surat lamaran pekerjaan atau menyapa
seseorang
6.
Mencantumkan keterampilan palsu. Jangan
sekali-kali mencantumkan atau mengakui keterampilan yang tidak kita miliki
karena penyeleksi akan lebih jeli akan hal ini. Mereka akan terus meneliti
bagian-bagian dalam CV atau daftar riwayat hidup yang dianggap terlalu
dibuat-buat. Bahkan ada yang mempersiapkan tes praktik langsung untuk menguji kebenaran
laporan kita. Oleh karena jangan mencoba-coba menonjolkan sesuatu yang tidak
kita miliki
7.
Berbicara berbelit-belit. Wawancara merupakan
moment yang paling tepat untuk mengungkapkan siapa diri kita sebenarnya.
Biasanya pewawancara akan menanyakan semua segi yang berhubungan dengan CV atau
daftara riwayat hidup yang telah kita kirim. Dalam menyerap informasi dari
kita, mereka menggunakan logika berpikir secara rasional. Setiap uraian akan
dihubungkan dengan keterangan sebelumnya. Karena itu jangan memberi keterangan
yang berbelit-belit.
8.
Meminta fasilitas di awal seleksi. Ini merupakan
kesalahan yang paling fatal bagi pelamar kerja. Jika belum ada keputusan
diterima jangan sekalipun menuntut fasilitas yang macam-macam. Kita akan
dianggap bermental materialistis. Walaupun tujuan kerja salah satunya
mendapatkan kelayakan materi, tapi sebaiknya kita harus menekan apa yang bisa
kita berikan daripada apa yang akan kita dapatkan. Biasanya jika kita bisa
memberikan kontribusi terbaik, fasilitas akan mengikuti kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar