Minggu, 06 Oktober 2013

STRES- NOVI TRI




STRESS
Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang. Bahkan stress dapat membuat produktivitas menurun, rasa sakit dan gangguan-gangguan mental. Pada dasarnya, stress adalah sebuah bentuk ketegangan, baik fisik maupun mental. Sumber stress disebut dengan stressor dan ketegangan yang di akibatkan karena stress, disebut strain.
Menurut Robbins (2001) stress juga dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang menekan keadaan psikis seseorang dalam mencapai suatu kesempatan dimana untuk mencapai kesempatan tersebut terdapat batasan atau penghalang. Dan apabila pengertian stress dikaitkan dengan penelitian ini maka stress itu sendiri adalah suatu kondisi yang mempengaruhi keadaan fisik atau psikis seseorang karena adanya tekanan dari dalam ataupun dari luar diri seseorang yang dapat mengganggu pelaksanaan kerja mereka.
Menurut Woolfolk dan Richardson (1979) menyatakan bahwa adanya system kognitif, apresiasi stress menyebabkan segala peristiwa yang terjadi disekitar kita akan dihayati sebagai suatu stress berdasarkan arti atau interprestasi yang kita berikan terhadap peristiwa tersebut, dan bukan karena peristiwa itu sendiri.Karenanya dikatakan bahwa stress adalah suatu persepsi dari ancaman atau dari suatu bayangan akan adanya ketidaksenangan yang menggerakkan, menyiagakan atau mambuat aktif organisme.
Sedangkan menurut Handoko (1997), stress adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang. Stress yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungannya.
Hans Selye adalah orang yang dianggap memberikan sumbangan paling besar dalam bidang stress pada tahun 1936 dikenal dengan istilah General Adaption Syndrome (GAS). Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang. Bahkan stress dapat membuat produktivitas menurun, rasa sakit dan gangguan-gangguan mental. pada dasarnya stress adalah sebuah bentuk ketegangan, baik fisik ataupun mental. sumber stress disebut stressor dan ketegangan yang diakibatkan karena stress disebut strain. 

Stress menurut Hans Selye dalam buku Hawari (2001) adalah respon tubuh yang sifatnya nonspesifik terhadap setiap tuntutan beban atasnya. Bila seseorang setelah mengalami stress mengalami gangguan pada satu atau lebih organ tubuh sehingga yang bersangkutan tidak lagi dapat menjalankan fungsi pekerjaannya dengan baik, maka ia disebut mengalami distres. pada gejala stress, gejala yang dikeluhkan penderita didominasi oleh keluhan-keluhan somatik (fisik), tapi dapat juga disertai keluhan psikis. tidak semua bentuk stress mempunyai konotasi negatif, cukup banyak yang bersifat positif hal seperti itu dinamakan eustress. 
Stress adalah reaksi tubuh terhadap situasi yang tampak berbahaya atau sulit. Stres membuat tubuh untuk memproduksi hormon adrenaline yang berfungsi untuk mempertahankan diri. Stres merupakan bagian dari kehidupan manusia. Stres ringan yang berguna dan dapat memacu seseorang untuk berpikir dan berusaha lebih berpikir dan berusaha lebih cepat dan keras sehingga dapat menjawab tantangan hidup sehari – hari. Stres ringan bisa merangsang dan memberikan rasa lebih bergairah dalam kehidupan yang biasanya memobsankan dan rutin. Tetapi stres yang terlalu banyak dan berkelanjutan, bila tidak ditanggulagi, akan berbahaya bagi kesehatan.
Menurut Walter Canon memberikan deskripsi mengenai bagaimana reaksi tubuh terhadap suatu peristiwa yang mengancam. Ia menyebutkan reaksi tersebut sebagai fight – or – fight response karena respon fisiologis mempersiapkan individu untuk menghadapi atau menghindari situasi yang mengancam tersebut.
 GEJALA STRESS
×       Merasa selalu lelah.
×       Sukar konsentrasi atau menjadi pelupa.
×       Palpitasi atau jantung berdebar – debar.
×       Otot – otot tegang.
×       Sakit kepala, perut dan diare.
×       Jantung sering berdebar tanpa sebab diketaui.
×       Berkeringat-dingi atau merasa menggigi.
×       Ke toilet lebih sering dari biasanya
×       Mulut terasa kering
×       Sakit/ nyeri di perut bagian atas
×       Mudah lelah walaupun mengerjakan pekerjaan yang ringan
×       Merasa sakit seluruh otot badan yang tidak biasa
×       Sakit kepala tanpa sebab
×       Mudah tersinggung,
×       Kurang rasa humor
×       Kurang selera terhadap makanan, kesenangan ataupun seks
×       Makan terlalu banyak atau terlalu sedikit tanpa disadari
×       Kurang  punya waktu  menjalankan hobi/ kebiasaan
×       Merasa tidak mampu mengatasi permasalahan apapun.
×       Kurang tertarik berkomunikasi dengan orang lain, selalu menghindar
×       Kurang percaya  terhadap penampilan diri
×       Merasa segala sesuatu tidak berguna
×       Selalu merasa kehilangan dan sedih
×       Pelupa
×       Sulit tidur, tidur tidak nyaman dan mudah terbangun, bangun merasa tidak segar 
PENCEGAHAN STRESS
Sebenarnya stress tidak perlu dicegah, karena stress secara alamiah pasti dialami oleh semua orang. 
Yang perlu dicegah yaitu stress yang berlebihan yaitu apabila Anda mengalami gejala-
gejala stress yang berlangsung lebih dari 7 hari. Agar Anda tidak termasuk ke kategori tersebut diatas lakukan 7 hal berikut ini:
Tetapkan tujuan hidup anda  visi dan misi
×    Kembangkan hobi
×    Kebiasaan yang baik
×    Komunikasi sosial
×    Perhatikan lingkungan
×    sekitar Anda
×    Memelihara kesehatan
×    Menyadari kekurangan

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRESS
a. Faktor Individual
Tatkala seseorang menjumpai stresor dalam lingkungannya, ada dua karakteristik pada stresor tersebut yang akan mempengaruhi reaksinya terhadap stresor itu yaitu: Berapa lamanya (duration) ia harus menghadapi stresor itu dan berapa terduganya stresor itu (predictability).
b. Faktor Sosial
Selain peristiwa penting, ternyata tugas rutin sehari-hari juga berpengaruh terhadap kesehatan jiwa, seperti kecemasan dan depresi. Dukungan sosial turut mempengaruhi reaksi seseorang dalam menghadapi stress. Dukungan sosial mencakup :
×       Dukungan emosional, seperti rasa dikasihiDukungan nyata, seperti bantuan atau         jasa
×       Dukungan informasi, misalnya nasehat dan keterangan mengenai masalah          tertentu.
×       Menjadi mudah tersinggung dan marah terhadap teman, keluarga, dan     koleg Bertindak secara agresif dan defensif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar