Pengambilan Keputusan
Keputusan
adalah hasil pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Hal itu berkaitan
dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mengenai ‘apa yang harus dilakukan’
dan seterusnya mengenai unsur-unsur perencanaan. Dapat juga dikatakan bahwa
keputusan itu sesungguhnya merupakan hasil proses pemikiran yang berupa
pemilihan satu diantara beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk
memecahkan masalah yang dihadapinya.
Keputusan itu sendiri merupakan
unsur kegiatan yang sangat vital. Jiwa kepemimpinan seseorang itu dapat
diketahui dari kemampuan mengatasi masalah dan mengambil keputusan yang tepat.
Keputusan yang tepat adalah keputusan yang berbobot dan dapat diterima bawahan.
Ini biasanya merupakan keseimbangan antara disiplin yang harus ditegakkan dan
sikap manusiawi terhadap bawahan. Keputusan yang demikian ini juga dinamakan
keputusan yang mendasarkan diri pada human relations. Pengambilan
keputusan itu adalah suatu cara yang digunakan untuk membeikan suatu
pendapat yang dapat menyelesaikan suatu masalah dengan cara / teknik tertentu
agar dapat lebih diterima oleh semua pihak.
Menurut George R. Terry, dasar-dasar pengambilan keputusan
adalah Intuisi, pengalaman, fakta,
wewenang, rasional. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam
pengambilan keputusan yaitu pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan
waktu yang cukup lama, jadi harus benar-benar di direncanakan dari awal.
Menurut (Simon, 1980) pengambilan keputusan meliputi empat tahap yang saling berhubungan dan berurutan. Empat proses
tersebut adalah intelligence, design, choice, implementation. Tahap
implementasi ini adalah tahap pelaksanaan dari keputusan yang telah diambil.
Pada tahap ini diperlukan untuk menyusun serangkian tindakan yang terencana,
sehingga hasil keputusan dapat dipantau dan disesuaikan apabila diperlukan
perbaikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar