MOTIVASI
BERPRESTASI
A.
Pengertian Motivasi Berprestasi
dan Macam-macam motivasi
Menurut
Mc. Donald, yang dikutip Oemar Hamalik (2003:158) motivasi adalah
perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan
dan reaksi untuk mencapai tujuan. Dengan pengertian ini, dapat dikatakan bahwa
motivasi adalah sesuatu yang kompleks.
Motivasi akan
menyebabkan terjadinya suatu perubahan energi yang ada pada diri manusia,
sehingga akan bergayut dengan persoalan gejala kejiwaan, perasaan dan juga
emosi, untuk kemudian bertindak atau melakukan sesuatu.
Pengertian kebutuhan untuk
berprestasi menurut McClelland (dalam Alex Sabur, 2003:285) adalah suatu daya
dalam mental manusia untuk melakukan suatu kegiatan yang lebih baik, lebih
cepat, lebih efektif, dan lebih efisien daripada kegiatan yang dilaksanakan
sebelumnya. Ini disebabkan oleh virus mental.
Dari pendapat tersebut Alex
Sabur mengartikan bahwa dalam psikis manusia, ada daya yang mampu
mendorongnya ke arah suatu kegiatan yang hebat sehingga dengan daya tersebut, ia
dapat mencapai kemajuan yang teramat cepat. Daya pendorong tersebut
dinamakan virus mental, karena apabila berjangkit di dalam jiwa manusia, daya
tersebut akan berkembang biak dengan cepat. Dengan kata lain, daya tersebut
akan meluas dan menimbulkan dampak dalam kehidupan.
Aspek motivasi ada 2 yaitu:
1. Motivasi intrinsik
2. Motivasi ekstrinsik
B.
Pentingnya Motivasi Berprestasi
Motivasi
mendorong timbulnya perbuatan yang
dilakukan seseorang misalnya
belajar. Menurut Sardiman dalam buku
Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, prestasi
seseorang dalam belajar sangat dipengaruhi oleh motivasi. Belajar akan menjadi optimal
kalau ada motivasi. Karena itu motivasi Belajar akan menjadi optimal
kalau ada motivasi.
Karena itu motivasi mempunyai fungsi:
(1) mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau
motor yang melepas energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak
bagi setiap kegiatan yang akan dikerjakan,
(2) menentukan kegiatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai.
Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang hams
dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya
(3) menyeleksi kegiatan,
yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa
yang harus dikerjakan
yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan
yang tidak
bermanfaat bagi tujuan tersebut. Seseorang siswa yang akan
menghadapi ujian dengan
harapan dapat lulus, tentu akan melakukan kegiatan belajar dan tidak
akan menghabiskan
waktunya untuk
bermain kartu atau membaca komik, sebab tidak serasi dengan tujuan
(Sardiman 2001 :
83).
C. Ciri-ciri Orang yang Memiliki Motivasi Berprestasi Tinggi
McClelland (dalam Marwisni
Hasan 2006) menyatakan bahwa orang yang mempunyai motivasi berprestasi
yang tinggi, mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a.
Mempunyai tanggung jawab pribadi.
Siswa yang mempunyai motivasi
berprestasi akan melakukan tugas sekolah atau bertanggung jawab terhadap
pekerjaannya. Siswa yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan akan puas
dengan hasil pekerjaan karena merupakan hasil usahanya sendiri.
b.
Menetapkan nilai yang akan dicapai atau menetapkan standar unggulan.
Siswa menetapkan nilai yang akan
dicapai. Nilai itu lebih tinggi dari nilai sendiri (internal) atau
lebih tinggi dengan nilai yang dicapai oleh orang lain (eksternal). Untuk
mencapai nilai yang sesuai dengan standar keunggulan, siswa harus
menguasai secara tuntas materi pelajaran.
c.
Berusaha bekerja kreatif.
Siswa yang bermotivasi tinggi, gigih
dan giat mencari cara yang kreatif untuk menyelesaikan tugas sekolahnya.
Siswa mempergunakan beberapa cara belajar yang diciptakannya sendiri, sehingga
siswa lebih menguasai materi pelajaran dan akhirnya memperoleh prestasi yang
tinggi.
d.
Berusaha mencapai cita-cita
Siswa yang mempunyai cita-cita akan
berusaha sebaik-baiknya dalam belajar atau mempunyai motivasi yang tinggi dalam
belajar. Siswa akan rajin mengerjakan tugas, belajar dengan keras, tekun dan
ulet dan tidak mundur waktu belajar. Siswa akan mengerjakan tugas sampai
selesai dan bila mengalami kesulitan ia akan membaca kembali bahan bacaan yang
telah diterangkan guru, mengulangi mengerjakan tugas yang belum selesai.
Keberhasilan pada setiap kegiatan sekolah dan memperoleh hasil yang baik
akan memungkinkan siswa mencapai cita-citanya.
e.
Memiliki tugas yang moderat.
Memiliki tugas yang moderat yaitu
memiliki tugas yang tidak terlalu sukar dan tidak terlalu mudah. Siswa dengan
motivasi berpretasi yang tinggi, yang harus mengerjakan tugas yang sangat
sukar, akan tetapi mengerjakan tugas tersebut dengan membagi tugas menjadi
beberapa bahagian, yang tiap bagian lebih mudah menyelesaikanya.
f.
Melakukan kegiatan sebaik-baiknya
Siswa yang mempunyai motivasi
berprestasi yang tinggi akan melakukan semua kegiatan belajar sebaik mungkin
dan tidak ada kegiatan lupa di kerjakan. Siswa membuat kegiatan belajar
dari mentaati jadwal tersebut. Siswa selalu mengikuti kegiatan belajar dan
mengerjakan soal-soal latihan walaupun tidak disuruh guru serta
memperbaiki tugas yang salah. Siswa juga akan melakukan kegiatan belajar
jika ia mempunyai buku pelajaran dan perlengkapan belajar yang dibutuhkan dan
melakukan kegiatan belajar sendiri atau bersama secara berkelompok.
g.
Mengadakan antisipasi.
Mengadakan atisipasi maksudnya
melakukan kegiatan untuk menghindari kegagalan atau kesulitan yang mungkin
terjadi. Antisipasi dapat dilakukan siswa dengan menyiapkan semua keperluan
atau peralatan sebelum pergi ke sekolah. Siswa datang ke sekolah lebih
cepat dari jadwal belajar atau jadwal ujian, mencari soal atau jawaban
untuk latihan. Siswa menyokong persiapan belajar yang perlu dan membaca materi
pelajaran yang akan di berikan guru pada hari berikutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar